Aku berusaha untuk bangun dari keterpurukan ini untuk menjamah sesuatu yang tak dapat ku tangkap makna dari semuanya. Aku terima dalam kenyataan hidup bahwa hidup adalah suatu yang semu. Hidup yang sesungguhnya bukan di sini tapi "di sana".
Bukan sesuatu yang ku dapat hanya goresan luka yang ku telan demi suatu angan.
Di sana dia 'kan damai bersama alunan waktu yang kian bersiul menanti suatu saat yang tak bisa ku duga. Sementara aku yang masih menyelami lautan garam tak dapat melihat di depanku. Moga-moga aku bisa hidup untuk 10, 100, 1000, atau bahkan beribu-ribu tahun lagi. Agar aku bisa melihatnya dalam kedamaian abadi.
Mungkin ini terlalu naif bagimu, tapi tak apa buatku. Segalanya bisa ku atur demi mencapai segulung kertas yang berisi pengakuanku pada-Nya. Sekadar basa-basi, aku sudah lama menikmati semua ini. Saat ini, hanyalah kesunyian yang ku harapkan demi mendapat seteguk ketenangan dan kedamaian batinku.
Sabtu, 13 Juni 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
