Di sini ku merenung. Apakah di "di sana" ku dapat menemukan kebahagiaanku dalam hiruk pikuknya dunia yang semakin gencar memperlihatkan kuku-kuku aslinya. Sedangkan aku di sini hanya diam terpaku memaknai hidup yang semakin tak ku mengerti. Padahal aku hidup dalam kenyataan yang sesungguhnya aku alami meski kadang pahit dan manis selalu ku tela. Mungkinkah ini makna hidup yang sesungguhnya ku jalani?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar